BERITA TERKINI

Publikasi

Opini

Jember, kab-jember.kpu.go.id - Gema takbir Idul Fitri 1447 H menjadi penanda kemenangan setelah sebulan penuh menahan hawa nafsu. Bagi keluarga besar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Jember, momen fitri tahun ini memberikan ruang refleksi yang mendalam. Publik mungkin melihat masa non tahapan Pemilihan ini sebagai fase yang bersahaja dan sepi dari hiruk-pikuk politik. Namun di balik dinding kantor KPU, denyut nadi persiapan justru berdetak kencang dalam balutan harmoni spiritual dan profesionalisme. Bulan Ramadan yang baru saja berlalu bukan sekadar waktu menahan lapar, melainkan kawah candradimuka. Kantor KPU Jember menjelma menjadi ruang persaudaraan yang erat melalui kegiatan Tadarusan Bersama hingga khatam, pengajian rutin, serta hangatnya berbagi hidangan saat sahur dan buka bersama. Kebersamaan ini sukses mengokohkan ikatan kekeluargaan antarpegawai. Istimewanya, kekhusyukan ibadah tersebut tidak sedikit pun menyurutkan ritme kerja. Di tengah rutinitas puasa, berbagai agenda strategis tetap dieksekusi dengan prima. Rapat pleno rutin, simulasi Pelayanan Informasi Publik, Bimtek Penulisan Ilmiah tahapan pemilu, hingga partisipasi aktif dalam Semnas International Women’s Day KPU RI tetap berjalan optimal. Begitu pula dengan akurasi data pemilih yang terus dikawal melalui Rapat Koordinasi DPB hingga pelaksanaan Pencocokan dan Penelitian Terbatas (Coktas) di lapangan. Bagi seorang Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang tengah menjalani masa Pelatihan Dasar (Latsar) pada momen Ramadan hingga Idul Fitri ini, dinamika di KPU Jember adalah laboratorium hidup yang luar biasa. Menjadi sebuah bukti langsung bagaimana nilai-nilai dasar pelayanan publik tidak sekadar dihafal dalam modul pelatihan, melainkan benar-benar dihidupkan. Dedikasi seluruh jajaran yang tetap produktif mengawal transisi demokrasi meski dalam kondisi berpuasa adalah teladan nyata dari sebuah integritas. Kini, di hari yang suci, kita kembali ke fitrah. Harmoni antara tempaan spiritual dan komitmen kerja keras selama Ramadan adalah modal berharga. Soliditas ini menjadi fondasi kokoh bagi KPU Jember untuk memanaskan mesin birokrasi, bersiap menyelenggarakan tahapan Pemilihan tahun depan yang berkualitas. Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal 'Aidin wal-Faizin, mohon maaf lahir dan batin. Penulis : Diyan Wahyu Pradana - Penata Kelola Sistem dan Teknologi Informasi CPNS KPU Kabupaten Jember

Jember, kab-jember.kpu.go.id - Program Magang Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) memiliki daya tarik besar bagi mahasiswa Sastra Indonesia semester lima yang ingin menyelami dunia profesional, termasuk penulis. Motivasi utamanya melampaui sekadar pemenuhan konversi SKS; ini adalah upaya strategis untuk menjembatani kesenjangan antara teori akademis dan praktik lapangan guna mengasah hard skill maupun soft skill. Selama empat bulan bertugas di Komisi Pemilihan Umum (KPU), penulis berkesempatan mengimplementasikan berbagai kompetensi, mulai dari manajemen administrasi hingga komunikasi kelembagaan. Pengalaman ini sangat krusial dalam melatih adaptabilitas terhadap ritme dan budaya birokrasi pemerintahan. Kendati demikian, realitas di lapangan tidak selalu berjalan mulus sesuai ekspektasi awal, sehingga memunculkan urgensi bagi penulis untuk melakukan refleksi kritis demi perbaikan kualitas program magang di masa mendatang. Proses adaptasi di instansi pemerintah menjadi tantangan tersendiri, di mana penulis sempat mengalami kecanggunguan untuk berinisiatif di awal masa tugas yang berdampak pada kepercayaan diri. Selain itu, relevansi antara tugas harian dengan mata kuliah konversi dirasa belum maksimal, sehingga penerapan teori menjadi terbatas. Hambatan lain muncul dari dinamika komunikasi internal yang terkadang kurang empatik, yang berpotensi memengaruhi kenyamanan psikologis peserta magang. Masalah ini diperparah dengan sistem pendampingan yang belum terstruktur rapi; ketidakjelasan pembagian peran antara mentor lapangan dan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) seringkali memicu kebingungan. Mekanisme umpan balik pun dinilai kurang transparan, di mana evaluasi kinerja jarang disampaikan secara langsung kepada peserta, melainkan melalui pembicaraan di luar forum pembinaan yang justru menimbulkan ketidaknyamanan. Sebagai langkah konstruktif, penulis merekomendasikan perombakan sistem mentoring agar lebih terorganisir dan komunikatif. Diperlukan evaluasi berkala, baik mingguan maupun bulanan, yang disampaikan secara lugas agar peserta dapat segera memperbaiki diri. Sangat penting bagi mitra magang untuk memahami substansi mata kuliah konversi agar dapat merancang penugasan yang terstruktur, bertarget, dan relevan dengan capaian pembelajaran mahasiswa. Dengan adanya peta kerja yang jelas, progres kompetensi peserta dapat terukur dengan baik. Terakhir, penciptaan lingkungan kerja yang mengedepankan etika komunikasi dan budaya saling menghargai mutlak diperlukan demi menjamin kesehatan mental serta profesionalisme selama kegiatan berlangsung. Penulis : Zulfa Yuli Asmawati - Mahasiswa FIB UNEJ 2023

Jember, kab-jember.kpu.go.id – Program Magang Berdampak yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek) telah menjadi salah satu wadah strategis bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman praktis di dunia kerja. Fakultas Hukum Universitas Jember (FH UNEJ) menjadi salah satu fakultas yang berpartisipasi aktif dalam program ini melalui kerja sama kelembagaan dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Jember. Dalam pelaksanaannya, sejumlah mahasiswa FH UNEJ ditempatkan langsung di lingkungan KPU Jember untuk menjalani masa magang mulai 9 September hingga 5 Desember 2025. Kegiatan magang tersebut dilaksanakan di Kantor KPU Jember, tempat di mana mahasiswa tidak hanya hadir sebagai peserta magang, tetapi juga sebagai bagian dari ekosistem kerja profesional lembaga penyelenggara pemilu. Program ini bertujuan memberikan pemahaman langsung kepada mahasiswa mengenai dinamika administrasi kepemiluan serta peran strategis KPU dalam menjaga kualitas demokrasi. Selain itu, magang ini menjadi bentuk implementasi kolaborasi antara lembaga pendidikan dan lembaga penyelenggara negara dalam meningkatkan kompetensi sumber daya manusia. Mahasiswa menilai bahwa program ini memberikan pengalaman belajar yang sangat berarti. Sejak hari pertama, para peserta magang disambut dengan tangan terbuka oleh seluruh jajaran KPU Jember. Sikap profesional yang disertai nuansa kekeluargaan menjadi nilai penting yang mahasiswa rasakan sepanjang pelaksanaan magang. Mahasiswa juga dilibatkan dalam berbagai kegiatan, baik formal maupun nonformal, seperti mengikuti rapat, mendampingi kegiatan sosialisasi, melakukan penataan berkas di gudang logistik, menghadiri pengajian rutin bulanan, hingga mengikuti kegiatan anjangsana dan olahraga bersama setiap Jumat. Selain itu, mahasiswa mendapatkan kesempatan terlibat langsung dalam tugas teknis administrasi kepemiluan, termasuk proses input data C-Hasil dan D-Hasil Pemilu. Seluruh proses tersebut dilaksanakan dengan bimbingan dan arahan yang jelas dari pihak KPU, sehingga mahasiswa dapat memahami alur kerja serta standar operasional yang berlaku. mahasiswa juga memperoleh wawasan baru mengenai aktivitas KPU di luar masa tahapan pemilu, sebuah aspek yang jarang diketahui oleh publik maupun mahasiswa pada umumnya. Melalui pengalaman tersebut, mahasiswa FH UNEJ menilai bahwa KPU Jember berhasil menunjukkan bahwa profesionalitas dan kekeluargaan dapat berjalan beriringan. Lingkungan kerja yang suportif tidak hanya membantu mahasiswa beradaptasi, tetapi juga mendorong pengembangan kompetensi, kedisiplinan, dan etika kerja. Atas semua pengalaman dan pembelajaran tersebut, mahasiswa berharap agar kerja sama antara Fakultas Hukum Universitas Jember dan KPU Jember dapat terus terjalin dan dikembangkan di masa mendatang demi menciptakan generasi muda yang lebih siap menghadapi tantangan di bidang kepemiluan dan hukum administrasi negara. Penulis : Dinda Alifa Maharena - Mahasiswa FH UNEJ 2022

Jember, kab-jember.kpu.go.id - Sebagai peserta CPNS KPU 2025 dengan latar belakang teknologi informasi, kami melihat Ortug (Orientasi Tugas) lebih dari sekadar tahap awal dalam perjalanan ASN. Ortug ini merupakan ruang strategis untuk membangun pemahaman menyeluruh tentang peran KPU dalam menjaga demokrasi, serta kesempatan untuk menyelaraskan kompetensi teknis dengan nilai-nilai ASN yang berintegritas. Kesan mendalam terhadap Ortug tahun ini adalah penekanannya pada nilai dasar ASN berAKHLAK (berorientasi pelayanan, akuntabel, kompeten, harmonis, loyal, adaptif, dan kolaboratif) dan prinsip netralitas dalam penyelenggaraan pemilu. Dalam dunia teknologi informasi, prinsip ini selaras dengan semangat transparency by design, di mana sistem dibangun dengan akuntabilitas sebagai pondasi utama. Ortug juga membuka mata bahwa transformasi digital dalam pemilu bukan sekadar otomatisasi, tetapi transformasi nilai. Sebagai CPNS berlatar TI, kami melihat tantangan untuk mengembangkan sistem informasi pemilu yang tidak hanya efisien, tapi juga mampu menjaga integritas data pemilih, mengimplementasikan keamanan siber, dan keterbukaan informasi publik. Hal ini selaras dengan roadmap KPU menuju pemilu digital yang inklusif dan terpercaya. Ortug telah menegaskan bahwa menjadi bagian dari KPU bukan hanya soal menjadi birokrat, melainkan penjaga demokrasi berbasis data dan etika. Kami percaya, di era digital ini, profesional TI harus hadir sebagai katalis reformasi birokrasi, khususnya di lembaga strategis seperti KPU. Penulis : Ir (Cand.) Diyan Wahyu Pradana, S.Kom, MOS, GCE, MCE - Penata Kelola Sistem dan Teknologi Informasi CPNS KPU Jember

JEMBER -  Usia Jawa Pos Radar Jember yang telah memasuki seperempat abad di tahun 2024 ini, menjadi tantangan sekaligus peluang untuk senantiasa hadir dalam mengawal setiap dinamika yang terjadi. Khususnya di Kota Cerutu, Kabupaten Jember, yang dicintai bersama ini. Ketua KPU Jember Dessi Anggraeni juga mengungkapkan demikian. Dessi menilai, sebagai media mainstream, Jawa Pos Radar Jember selama ini telah banyak memberikan warna dalam setiap dinamika pembangunan di Kabupaten Jember. Selama kurun waktu 25 tahun terakhir. "Radar Jember selama 25 tahun ini telah banyak memberi warna, berkontribusi dalam setiap kontestasi politik, dan mewujudkan tegaknya demokrasi di Jember ini," kata Dessi, kemarin (15/7). Dessi juga mengutarakan, pada setiap kontestasi politik, media memiliki peranan yang cukup vital. Dia mengharap, Radar Jember dapat mengambil peran, salah satunya menyuguhkan informasi tentang literasi kepemiluan dan seputar edukasi politik. "Lebih-lebih di tahun politik ini, kami mengharap Radar Jember bisa memberikan edukasi politik kepada masyarakat. Saya rasa banyak hal yang bisa dilakukan media sebesar Radar Jember. Tidak selalu berupa berita, namun bisa dengan event, ataupun kegiatan lain yang melibatkan berbagai masyarakat," tegas Dessi.