Berita Terkini

KPU kabupaten Jember Menghadiri kegiatan rapat evaluasi penyelesaian perkara perselisihan hasil pemilihan serentak tahun 2024 di MK

Sidoarjo- KPU kabupaten Jember Menghadiri kegiatan rapat evaluasi penyelesaian perkara perselisihan hasil pemilihan gubernur dan wakil gubernur, bupati dan wakil bupati dan wali kota dan walikota tahun 2024 di Mahkamah konstitusi pada Kamis 07 Maret 2024. kegiatan rapat evaluasi ini dihadiri langsung anggota KPU RI Ifa Rosita, Anggota KPU Jatim, sekretaris dan jajaran sekretariat KPU Jatim dengan peserta Div Hukum dan pengawasan, div Teknis penyelenggaraan pemilu serta kasubag Teknis dan Hukum seluruh kabupaten se Jawa Timur. Rakor yang dilaksanakan di aula KPU kabupaten Sidoarjo mulai tanggal 7 sd 9 Maret 2025, pada kegiatan yg dibuka scr langsung oleh Ifa Rosita ini, diharapkan seluruh peserta dapat melakukan evaluasi atas perselisihan hasil yang terjadi pada pemilihan gubernur dan wakil gubernur, Bupati dan wakil Bupati serta walikota dan wakil walikota se-Jawa Timur sehingga tersusun rekomendasi terhadap regulasi pada pemilihan yang akan datang berdasarkan dari pengalaman pelaksanaan pemilihan tahun 2024.

KPU Jember Perkuat Koordinasi Kehumasan Melalui Rakor Virtual dengan KPU Jatim

Jember, kab-jember.kpu.go.id – Dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan informasi publik, KPU Kabupaten Jember mengikuti secara aktif Rapat Koordinasi Badan Koordinasi Kehumasan (Bakohumas) yang diselenggarakan oleh KPU Provinsi Jawa Timur. Pertemuan virtual yang berlangsung pada Kamis, 17 Juli 2025 ini menghadirkan perwakilan kehumasan dari seluruh kabupaten dan kota se-Jawa Timur. Acara yang dipusatkan dari Kantor KPU Provinsi Jawa Timur di Surabaya ini secara resmi dibuka oleh Ketua KPU Jatim, Aang Kunaifi. Dalam arahan pembukaannya, Aang menyoroti pentingnya kerja sama dan keselarasan antar bagian kehumasan KPU se-Jawa Timur. "Menghadapi tahapan pemilu mendatang, kita harus memastikan informasi yang sampai ke masyarakat tepat, cepat, dan mudah dimengerti. Ini penting untuk membangun kepercayaan masyarakat dan mencegah tersebarnya informasi yang tidak benar," jelasnya. Delegasi KPU Kabupaten Jember turut hadir dengan lengkap, dipimpin langsung oleh Ketua KPU Jember, Dessi Anggraeni. Hadir pula Anggota Divisi Sosdiklih, Parmas, dan SDM Andi Wasis, Sekretaris KPU Agus Zainur Rahmat, serta Kepala Sub Bagian Parmas dan SDM Siti Nur Indah bersama staf humas terkait. Keikutsertaan perwakilan dari berbagai bagian ini menunjukkan kesungguhan KPU Jember dalam menyempurnakan strategi komunikasi dengan masyarakat. Sepanjang rapat, dibahas berbagai strategi komunikasi publik untuk mendukung penyelenggaraan pemilu yang terbuka dan informatif. Beberapa hal utama yang menjadi pembahasan mencakup pemanfaatan media sosial, penanganan berita palsu dan informasi yang menyesatkan, peningkatan kemampuan SDM kehumasan, serta penguatan kerja sama dengan media lokal. Peserta juga menyetujui penyusunan pedoman standar komunikasi publik untuk menjaga keseragaman pesan di semua tingkat KPU. Dessi Anggraeni dalam penyampaiannya menegaskan, "Kehadiran kami dalam rakor bakohumas ini menunjukkan tekad KPU Jember untuk terus memperbaiki kualitas pelayanan informasi publik. Kita harus memastikan setiap informasi yang disampaikan kepada masyarakat dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Melalui forum ini, kami juga dapat belajar dari pengalaman terbaik yang diterapkan di kabupaten/kota lain." Rapat yang berjalan ini juga membahas penyusunan rencana aksi komunikasi publik yang terpadu untuk enam bulan ke depan. Beberapa rencana nyata yang akan diterapkan meliputi pelatihan berkala untuk staf humas, pengembangan materi kreatif di media sosial, dan pembentukan tim tanggap cepat untuk menangani isu-isu viral terkait pemilu. Keberhasilan penyelenggaraan rakor bakohumas ini diharapkan dapat menguatkan peran humas KPU sebagai penyampai informasi yang dapat dipercaya, sekaligus mendukung terwujudnya pemilu yang jujur, adil, dan berkualitas di seluruh wilayah Jawa Timur. Dengan koordinasi yang solid, KPU Jember optimis dapat menjalankan tugasnya dengan lebih baik dan dipercaya oleh masyarakat. 

KPU Kabupaten Jember Pastikan Seluruh Logistik Pemilihan Serentak Tahun 2024 Telah Terdistribusi Ke Seluruh TPS

Jemebr  - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Jember, memastiak pendistribusian logistik untuk pemilihan gubernur dan wakil gubernur Jawa Timur, dan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Jember, telah selsai dilaksankan pada harib Selasa 26 November 2024. Ketua KPU Kabupaten Jember Dessi Anggraeni, mengatakan pendistribusian logistik Pilkada Serentak 2024 dari Gudang KPU ke seluruh kecamatan di Kabupaten Jember telah dilaksankan mulai 20 November 2024, dan pada hari ini pada 26 November 2024 seluruh logistik Pemilihan seretntak baik untuk  pemilihan gubernur dan wakil gubernur Jawa Timur, dan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Jember, telah sampai hingga ke tingkat TPS Dalam melakukan pendistribusian logistik ini, KPU Kabupaten Jember bekerjasama dengan pihak layanan ekspedisi JNE, sehingga dapat dipastikan seluruh kebutuhan logistik untuk pemilihan serentak 2024  dapat sampai dengan aman dan dalam kondisi baik. Bahkan dalam proses pendistribusian logistik ini ketua KPU Jember turun langsung ke Kecamatan Tempurejo, untuk mengawal proses distribusi hingga ke TPS bersama pihak keamanan dan diawasi langsung oleh Bawaslu, keikutsertaan ketua KPU Jember dalam proses pendistribusian logistik ini sampai harus menggunakan kuda untuk mengangkut logistik sebab akses jalannya belum memadai. Meskipun melalui medan yang cukup berat Logistik untuk kebutuhan pemilihan serentak 2024 dapat  tersalurkan ke TPS dengan aman dan dalam keadaan baik. Dessi Anggraeni juga mengatakan pendistribusian khusus di wilayah kawasan Bande Alit, Kecamatan Tempurejo yang memiliki medan cukup berat memang menjadi atensi KPU RI, untuk kebutuhan dokumentasi atau recording, sehingga masyarakat mengatahui bahwa KPU melayani hak pilih masyarakat hingga pada plosok-plosok terpencil. Hingga Selasa sore 26 November 2024, terkonfirmasi bahwa kebutuhan logistik untuk  pemilihan gubernur dan wakil gubernur Jawa Timur, dan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Jember tahun 2024 telah tersalurkan ke 31 kecamatan, 248 Desa dan 4046 TPS. 

Coklit Diklaim Rampung 100 Persen, KPU Jember Siap Unggah Nama Pemilih ke Sistem

Jember -  Proses pencocokan dan penelitian (coklit) calon pemilih untuk Pilkada Jember 2024 secara tahapan telah resmi berakhir, kemarin (24/7).Selama proses coklit yang dilakukan sejak 24 Juni kemarin, KPU mengklaim telah merampungkan semua data calon pemilih di Kabupaten Jember. Sebagaimana tahapan berikutnya, maka petugas akan mengunggah nama-nama calon pemilih ke sistem. "Coklit ini sudah kami laksanakan dan selesai 100 persen, dan sekarang tahapannya kami upload ke Sidalih (Sistem Informasi Data Pemilih, Red)," kata anggota KPU Jember, Zeni Musafa, ketika dikonfirmasi, Rabu (24/7). Zen menguraikan, selama coklit di lapangan, petugas pemutakhiran data pemilih (pantarlih) mengalami banyak kendala.Mulai dari akses menuju lokasi rumah warga yang jauh hingga dengan medan ekstrem.Selain itu, beberapa pemilih yang tinggal di perumahan sering kali sulit ditemui. "Di perumahan kadang orangnya bekerja, sehingga temen-temen pantarlih melakukan coklit pada malam hari dan melakukannya pada hari libur," beber dia. Meski begitu, tambahnya, KPU belum memastikan keseluruhan data pemilih se-Kabupaten Jember.Namun, jumlah pemilih itu akan sesuai dengan kebutuhan jumlah tempat pemungutan suara (TPS) yang dibutuhkan.  "Untuk jumlah TPS nanti direncanakan sebesar 3.990, yang tersebar di 248 desa/kelurahan di 31 kecamatan,” tuturnya. Menurut dia, ada kemungkinan jumlah TPS itu akan ditambah sesuai dengan kebutuhan. "Penambahan ini atas dasar kewilayahan, yang secara geografis sangat jauh, karena harapan kami ingin mendekatkan pemilih ke TPS. Dari penambahan ini nantinya, satu TPS maksimal 600 pemilih," tuturnya.

KPU Jember beri waktu perbaikan calon perseorangan hingga 17 Juli 2024

JEMBER - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Jember, Jawa Timur memberikan waktu perbaikan kepada bakal calon perseorangan M. Jaddin Wajads dan Arismaya Parahita yang akan maju dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) setempat hingga 17 Juli 2024. "Hasil verifikasi faktual dalam rapat pleno bersama tim pasangan bakal calon dan 31 Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) beberapa waktu lalu tercatat sebanyak 91.239 berkas dukungan mereka tidak memenuhi syarat (TMS)," kata Anggota KPU Jember Divisi Teknis dan Penyelenggaraan Hendra Wahyudi saat dikonfirmasi per telepon di Jember, Jumat. Menurutnya, pasangan Gus Jaddin-Arismaya memberikan sebanyak 135.506 berkas dukungan kepada KPU Jember untuk maju menjadi bakal calon perseorangan dalam pilkada, namun hanya 44.267 dukungan yang dinyatakan memenuhi syarat (MS). "Untuk itu, kami memberikan waktu kepada mereka untuk melakukan perbaikan berkas dukungan pada 13-17 Juli 2024 karena syarat minimal dukungan agar bisa maju menjadi calon bupati dari jalur perseorangan minimal sebanyak 128.195 dukungan," tuturnya. Ia menjelaskan pasangan bakal calon perseorangan harus mengumpulkan dukungan sejumlah 167.856 berkas dukungan hingga batas waktu yang ditentukan tersebut. "Jumlah tersebut merupakan selisih antara batas minimal dukungan dan jumlah dukungan yang memenuhi syarat yang dikumpulkan calon perseorangan dengan hasil sebanyak 83.928 orang, kemudian dikalikan dua yakni sebanyak 167.856 dukungan yang harus dipenuhi," katanya. Sebelumnya, bakal calon Bupati Jember yang maju jalur perseorangan M. Jaddin Wajads mengatakan pihaknya akan berusaha maksimal untuk mengumpulkan berkas dukungan kembali pada tahap perbaikan berkas sesuai dengan jumlah dukungan yang ditentukan oleh KPU. "Pekerjaan sangat berat karena jumlahnya dua kali lipat dan sebanyak 167.856 dukungan bukan jumlah yang sedikit bagi kami, tetapi akan kami perjuangkan dan saya tetap optimistis bisa menyelesaikan perbaikan dalam waktu yang singkat itu," katanya.

KPU Jember Prediksi Partisipasi Pemilih di Pilkada 2024 Meningkat Lebih Dari 60 Persen

JEMBER -  Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jember, Jawa Timur menargetkan angka partisipasi pemilih pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 bisa mencapai diatas 60 persen. "Pada Pilkada Jember tahun 2020 tercatat angka partisipasi pemilihnya 58,53 persen, sehingga diharapkan pada pilkada tahun ini bisa lebih dari 60 persen," kata anggota KPU Jember Andi Wasis di kabupaten setempat, Rabu (10/7/2024). Ia mengatakan pihaknya gencar melakukan sosialisasi tatap muka dengan berbagai komunitas dan kalangan untuk memberikan pendidikan politik kepada masyarakat agar menyalurkan hak pilihnya pada Pilkada 2024. "Kami memberikan sosialisasi terkait dengan tahapan pilkada dan edukasi untuk meningkatkan partisipasi pemilih dari semua lapisan, sehingga diharapkan bisa menyalurkan hak pilihnya ke tempat pemungutan suara (TPS) nanti," tuturnya. Selain tatap muka, lanjut dia, pihaknya juga gencar melakukan sosialisasi di media sosial resmi milik KPU Jember dengan sasaran pemilih pemula dan anak muda."Saya berharap semua pihak dari berbagai kalangan ikut menyukseskan Pilkada Jember tersebut agar partisipasi masyarakat yang menyalurkan hak pilihnya ke TPS bisa meningkat," katanya. Berdasarkan data tren partisipasi pemilih pada pilkada di Jember meningkat, namun angkanya masih dibawah 60 persen yakni pada Pilkada 2015 tercatat sebesar 51,63 persen.