Jember, Juli 2025 – Menjaga keakuratan data pemilih bukan sekadar kewajiban administratif, tetapi merupakan tanggung jawab moral penyelenggara pemilu agar setiap warga negara terjamin hak pilihnya. Semangat inilah yang melatarbelakangi langkah Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Jember ketika melaksanakan koordinasi bersama Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Jember terkait penyusunan Daftar Pemilih Berkelanjutan (PDPB) pada 17 Juni 2025. Pertemuan yang berlangsung di Kantor Dispendukcapil Jember, Jalan Jawa No.18, Tegal Boto Lor, Sumbersari, menjadi ruang bagi kedua lembaga untuk menyamakan persepsi sekaligus memperkuat kerja sama dalam menjaga validitas data kependudukan. Kolaborasi ini menunjukkan bahwa kualitas pemilu tidak hanya ditentukan pada hari pencoblosan, tetapi dimulai jauh sebelumnya, dari data pemilih yang mutakhir dan akurat. Anggota KPU Kabupaten Jember Divisi Perencanaan, Data, dan Informasi, Feri Agus Rudianto, menegaskan bahwa PDPB merupakan kegiatan yang terus dilakukan setiap saat. “PDPB adalah upaya memperbaharui data pemilih berdasarkan Daftar Pemilih Tetap dari pemilu atau pemilihan terakhir yang kemudian disinkronisasikan dengan data kependudukan nasional,” jelasnya. Menurutnya, metode ini memudahkan proses pemutakhiran daftar pemilih pada pemilu mendatang sekaligus mencegah potensi masalah seperti data ganda atau pemilih tidak terdaftar. Koordinasi tidak berhenti pada tataran internal penyelenggara, tetapi juga membuka ruang partisipasi masyarakat. Proses pengumpulan data pemutakhiran bisa melalui lembaga atau badan terkait, serta langsung dari masyarakat yang proaktif melaporkan perubahan status kependudukan. Dengan cara ini, setiap suara masyarakat diharapkan benar-benar terjamin keberadaannya dalam daftar pemilih. Mengapa hal ini penting? Karena data pemilih yang akurat merupakan kunci legitimasi penyelenggaraan pemilu. Melalui kegiatan koordinasi ini, KPU Jember menunjukkan keseriusannya untuk menghadirkan pemilu yang lebih inklusif, transparan, dan terpercaya. Langkah kecil berupa koordinasi teknis pada akhirnya menjadi pondasi besar bagi demokrasi. Dengan sinergi antara KPU dan Dispendukcapil, serta dukungan masyarakat, penyusunan daftar pemilih berkelanjutan tidak hanya menghadirkan data yang valid, tetapi juga memperkuat kepercayaan publik bahwa setiap suara benar-benar dihitung dan dihargai. (dwp)